Jaga Kamtibmas, Polsubsektor Jelimpo Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

By On Agustus 20, 2026


Cybernews.id-Ngabang - Landak. 

Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan oleh Polisi. Bukan hanya melalui patroli, kepolisian juga aktif hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Seperti yang dilakukan Anggota Polsubsektor Jelimpo Polsek Ngabang dengan menyambangi warga di wilayah Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kamis (20/8/2026). Dalam suasana santai dan penuh keakraban, personel kepolisian berdialog bersama warga sekaligus memberikan sejumlah imbauan terkait kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.


Dalam kesempatan tersebut, anggota Polsubsektor Jelimpo mengajak masyarakat untuk tidak lengah terhadap situasi di lingkungan sekitar. Warga diminta meningkatkan kepedulian, menjaga barang berharga, memperhatikan keamanan rumah maupun tempat usaha, serta segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.


“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” imbau anggota Polsubsektor Jelimpo kepada warga.


Kegiatan sambang tersebut juga menjadi sarana bagi personel untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat. Melalui dialog secara langsung, berbagai informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan warga dapat diperoleh sekaligus menjadi langkah awal untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ngabang Kompol Zuanda, S.H., C.I.M., menjelaskan secara terpisah bahwa kegiatan sambang merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


“Melalui kegiatan sambang dan dialogis seperti ini, kami ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran Polri. Selain menyampaikan imbauan kamtibmas, personel juga dapat mendengar secara langsung keluhan, informasi maupun potensi gangguan keamanan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelas Kapolsek.


Lanjut Kapolsek menambahkan, pihaknya terus mendorong seluruh personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga. Menurutnya, kedekatan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Tingkatkan kewaspadaan, jaga lingkungan masing-masing dan segera laporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya.



Rillis : Humas Polsek Ngabang 

Editor : mit. 

Cegah Karhutla, Polsek Nanga Pinoh Gelar Apel Konsolidasi dan Rapat Lintas Sektoral.

By On Agustus 20, 2026


Cybernews.id - Melawi/Kalbar 

Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, Polsek Nanga Pinoh menggelar Apel Konsolidasi Penanganan Karhutla dan Rapat Lintas Sektoral, Kamis (20/8/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di halaman Polsek Nanga Pinoh dan dilanjutkan dengan rapat lintas sektoral di Aula Bhayangkari Polsek Nanga Pinoh. Kegiatan ini membahas langkah bersama dalam mencegah dan menangani Karhutla di wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh yang meliputi Kecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara dan Pinoh Selatan.


Apel dipimpin Iptu Jamidi selaku Inspektur Apel, Aiptu Taufik sebagai Perwira Apel dan Aipda Jeriko Lumban Gaol sebagai Komandan Apel. Kegiatan tersebut diikuti personel Polsek Nanga Pinoh, BPBD Kabupaten Melawi, pemerintah desa serta unsur perusahaan.


Turut hadir Sekretaris BPBD Kabupaten Melawi Bambang Kisno W yang mewakili Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Danramil 01 Nanga Pinoh Kapten Inf. H. Didik, Plt. Camat Nanga Pinoh Riyono, S.Sos, perwakilan Kecamatan Pinoh Selatan, perwakilan perusahaan serta sejumlah kepala desa di wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh.


Setelah apel dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan rapat lintas sektoral penanganan Karhutla. Dalam rapat tersebut, Kapolsek Nanga Pinoh menegaskan bahwa kondisi musim kemarau yang semakin meningkat harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak.


"Musim kemarau yang semakin meningkat saat ini membawa risiko nyata terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh, yang mencakup tiga kecamatan yaitu Nanga Pinoh, Pinoh Utara dan Pinoh Selatan," ujar Kapolsek Nanga Pinoh.


Kapolsek menegaskan, penanganan Karhutla menjadi salah satu prioritas karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mata pencaharian warga serta keamanan dan ketertiban umum.


"Sebagai garda terdepan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Nanga Pinoh menempatkan penanganan Karhutla sebagai prioritas utama. Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, mata pencaharian warga serta keamanan dan ketertiban umum," tegasnya.


Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini.


"Tujuan rapat ini adalah untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret antar seluruh elemen. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, setiap pihak memiliki peran penting," katanya.


Kapolsek juga meminta pemerintah kecamatan dan desa memperkuat sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat dusun agar warga memahami bahaya pembakaran lahan secara sembarangan.


"Kepada pemerintah kecamatan dan desa, kami harapkan dukungan dalam penyampaian informasi hingga ke tingkat dusun dan rumah tangga. Kepada instansi terkait, kami harapkan kesiapan sarana, prasarana dan petugas penanggulangan," ujarnya.


Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan adat untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.


"Kepada tokoh masyarakat dan adat, kami minta bantuan untuk mengajak warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran," tambahnya.


Sementara itu, Plt. Camat Nanga Pinoh Riyono, S.Sos mengapresiasi pelaksanaan rapat lintas sektoral tersebut. Menurutnya, koordinasi seluruh pihak sangat diperlukan untuk memetakan daerah rawan Karhutla sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat desa.


"Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Melawi di tingkat lapangan, Pemerintah Kecamatan Nanga Pinoh sangat mengapresiasi terselenggaranya rapat lintas sektoral ini," ujarnya.


Ia mendorong seluruh desa untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam memetakan titik rawan kebakaran dan meningkatkan penyebaran informasi terkait bahaya pembakaran lahan.


"Kita harus memperkuat koordinasi dengan seluruh desa guna memetakan titik rawan kebakaran serta menyebarkan informasi bahaya pembakaran lahan," katanya.


Riyono juga mendorong kepala desa beserta perangkatnya membentuk Masyarakat Peduli Api atau MPA, kader lingkungan dan kelompok tani yang dapat membantu melakukan pemantauan secara rutin.


"Kami juga mendorong kepala desa beserta perangkat desa untuk membuat tim Masyarakat Peduli Api, kader lingkungan dan kelompok tani untuk melakukan pemantauan rutin di lapangan," jelasnya.


Danramil 01 Nanga Pinoh Kapten Inf. H. Didik turut menekankan pentingnya pembentukan tim penanganan Karhutla mulai dari tingkat kecamatan dan desa.


"Intinya kita harus membentuk tim. Tidak mungkin kita hanya mengharapkan penanganan dari kabupaten. Untuk itu kita harus bergerak dari tingkat kecamatan," ujarnya.


Ia meminta kepala desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa aktif memberikan imbauan kepada masyarakat yang hendak membuka lahan agar tidak melakukan pembakaran pada kondisi kemarau.


"Saya harapkan kepada para kepala desa untuk ikut aktif memberikan imbauan kepada masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk menunda dulu membakar ladang. Bukan melarang, tetapi menunggu kondisi yang lebih memungkinkan dan setelah ada hujan," katanya.


Perwakilan BPBD Kabupaten Melawi Bambang Kisno W menyampaikan bahwa pihaknya terus menindaklanjuti arahan Bupati Melawi terkait pembentukan Satgas Masyarakat Peduli Api di tingkat desa.


"Kami dari BPBD menindaklanjuti arahan Bapak Bupati Melawi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dengan mendorong para kepala desa membuat Satgas Masyarakat Peduli Api," ungkapnya.


Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam penanganan Karhutla di lapangan. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten maupun pihak swasta.


"Banyak kendala yang terjadi di lapangan, salah satunya minimnya sarana dan prasarana. Ada lahan yang tidak bisa kita tangani dengan mudah, seperti lahan gambut," jelasnya.


Ia menilai langkah antisipasi dini jauh lebih penting dibandingkan menunggu kebakaran terjadi.


"Sebaiknya kita lebih baik melakukan antisipasi dini sebelum terjadinya kebakaran," tegasnya.


Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala desa juga menyampaikan berbagai kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan anggaran dan sarana pemadam. Kepala Desa Kelakik menyebut pihaknya telah memiliki mesin Robin, namun masih membutuhkan dukungan untuk pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana.


"Kendala-kendala di lapangan, kami dari desa sudah tidak memiliki anggaran dan sarana prasarana juga masih minim," ujarnya.


Kepala Desa Suka Damai juga menyampaikan bahwa wilayahnya pernah menghadapi kebakaran yang diduga berasal dari desa tetangga. Pihak desa, katanya, telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.


"Kami pernah mendapat api kiriman dari desa tetangga. Sebenarnya warga desa kami tidak ada yang membakar ladang karena sudah saya larang untuk membakar ladang," ungkapnya.


Sementara Kepala Desa Manggala mengatakan bahwa kondisi sarana penanganan Karhutla di desanya juga masih terbatas. Mesin Robin yang dimiliki desa saat ini mengalami kerusakan.


"Kami memiliki mesin Robin, tetapi sudah rusak. Kami juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati apabila ingin membuka atau membakar lahan," katanya.


Kepala Desa Sungai Raya menambahkan bahwa potensi kebakaran dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk kelalaian manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak desa terus mendorong gotong royong ketika masyarakat membuka lahan dengan membuat sekat agar api tidak mudah meluas.


Dari pihak perusahaan, Manager PT Kalimantan Satya Kencana atau KSK Bagas Arsanto menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Karhutla.


"Kami tidak membuat larangan kepada masyarakat, kami hanya memasang plang imbauan untuk tidak membakar lahan," katanya.


Ia juga menjelaskan bahwa pihak perusahaan turut membantu ketika terjadi kebakaran lahan masyarakat di Desa Mandau Baru agar api tidak meluas.


"Kemarin ada lahan warga di Desa Mandau Baru. Kami tidak tega, karena apabila tidak kami bantu, api akan meluas. Intinya dari pihak swasta akan selalu kami komunikasikan dengan Pak Camat dan kepala desa," ujarnya.


Sementara itu, perwakilan PT Kalimantan Agro Plantation atau KAP menyampaikan bahwa pihak perusahaan juga telah memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada masyarakat di sejumlah desa sebagai bagian dari dukungan terhadap pencegahan Karhutla.


"Kami dari PT KAP sudah banyak membantu masyarakat, salah satunya di Desa Merpak dan Desa Sungai Pinang. Kami memberikan sarana dan prasarana seperti mesin Robin dan selang," ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat kesiapan, sinergitas dan koordinasi dalam upaya pencegahan, pengendalian serta penanganan Karhutla di wilayah Kecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara dan Pinoh Selatan.


Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini, mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Polsek Nanga Pinoh menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aparat keamanan, pemerintah, perusahaan dan masyarakat secara aktif, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan sejak dini demi menjaga kelestarian lingkungan dan stabilitas keamanan wilayah.Abs/Abd.

Semarakkan HUT RI Ke-81, PPWI DPC Kota Manado Gelar Aksi Berbagi Merah Putih

By On Agustus 17, 2026


Cybernews.id - Manado 

Memasuki momen bersejarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI DPC) Kota Manado menggelar aksi sosial dengan membagikan bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat umum pada Sabtu, 16 Agustus 2026.


Aksi simpatik ini dipusatkan di sejumlah titik strategis Kota Manado, mulai dari persimpangan lampu merah, kawasan pertokoan, hingga pusat keramaian warga. Jajaran pengurus, panitia pelaksana, serta anggota PPWI DPC Kota Manado turun langsung ke jalan mengenakan atribut resmi organisasi untuk membagikan bendera kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.


Masyarakat Kota Manado menyambut aksi sosial ini dengan antusiasme tinggi. Banyak pengemudi yang langsung memasang dan mengikatkan bendera Merah Putih di kendaraan mereka begitu menerimanya dari para pewarta warga.


"Senang sekali bisa mendapatkan bendera gratis. Inisiatif seperti ini membuat nuansa dan semangat menyambut 17 Agustus semakin terasa hangat di tengah masyarakat," ujar salah satu warga pengendara saat ditemui di kawasan pusat kota Manado.


Ketua PPWI DPC Kota Manado, Riandy Zees, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan rasa cinta tanah air dari insan pers warga di daerah. "Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Manado untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-81 dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Bendera ini bukan sekadar lambang kain, melainkan simbol ikatan persatuan, kehormatan, dan jejak perjuangan bangsa," tuturnya di sela-sela kegiatan berlangsung.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Jems Ronal Toar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara. "Pembagian sengaja kami sebar di beberapa titik agar jangkauannya merata. Harapan kami, masyarakat semakin bersemangat mengobarkan jiwa nasionalisme menyambut hari kemerdekaan," kata Jems.


Turut hadir memimpin dan mengawal jalannya aksi di lapangan antara lain Bendahara PPWI DPC Kota Manado Lady Sampelan, S.H., Sekretaris Panitia Herman Tampongangoi, beserta jajaran anggota PPWI Kota Manado lainnya.


Aksi sosial yang digelar oleh kawan-kawan pengurus di Manado mendapat perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menyampaikan rasa bangga serta dukungannya atas dedikasi dan inisiatif bernilai positif yang ditunjukkan oleh PPWI DPC Kota Manado.


"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga kepada seluruh rekan-rekan pengurus dan anggota PPWI DPC Kota Manado atas aksi nyata menyemarakkan HUT RI ke-81 ini. Inisiatif membagikan bendera Merah Putih secara langsung kepada masyarakat adalah bukti bahwa pewarta warga tidak hanya hadir melalui karya jurnalistik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk merawat nilai-nilai kebangsaan dan jiwa gotong royong," tegas Wilson Lalengke dari Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.


Wilson Lalengke menambahkan, semoga aksi sederhana namun menyentuh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi DPC-DPC PPWI lainnya di seluruh Indonesia untuk terus menebar kebermanfaatan dan mempererat tali persatuan di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan ini, PPWI DPC Kota Manado berharap peringatan kemerdekaan tahun ini terasa semakin meriah, bermakna, serta mampu memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan di tanah Nyiur Melambai. (TIM/Red)

Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 81 Tahun 2026 di Stadion Baning Sintang Lancar dan Kidmat

By On Agustus 17, 2026


Cybernews.id - Sintang - Kalbar. 

Pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih di Stadion Baning Sintang berlangsung lancar dan penuh khidmat pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala. Meskipun asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih terlihat, namun upacara tetap berjalan sesuai dengan baik. 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala tampak tenang menjadi inspektur upacara memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk kedua kalinya. 

Disebelah kiri Bupati Sintang, tampak mendampingi adalah Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny dan Wakil Ketua PKK Kabupaten Sintang Ny. Erni Ronny. Sementara disebelah kanan, hadir Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Ny. Hermina Bala,  Forkopimda,  Ketua DPRD Sintang H. Indra Subekti, Pejabat Utama Korem 121 ABW, Pejabat Utama Polres Sintang dan Kodim 1205 Sintang

Di Tribun Utama tampak ada juga Anggota DPRD Sintang, Pimpinan OPD, Tokoh Agama, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN, BUMD/Swasta, PEPABRI, Legiun Veteran RI, Wredatama, Warakawuri, Ormas Keagamaan, pimpinan Orsospol, pimpinan ormas pemuda, dan organisasi wanita.

Sementara di tribun sebelah kanan diisi Kelompok Paduan Suara dan Pejabat Eselon III di Lingkungan Pemkab Sintang. Di tribun sebelah kiri diisi pelajar Sekolah Dasar, orang tua Paskibraka Kabupaten Sintang Tahun 2026. Sementara berdiri di barisan peserta upacara adalah Satsik Ajenrem 121 ABW, Denpom Sintang, Korem 121 ABW, Kodim 1205 Sintang, 642 Kapuas, Polres Sintang, Brimob Pandan, Satuan Pol PP, Damkar, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, ASN, PGRI, FKPPI, PP, Mahasiswa/Mahasiswi, Pelajar SMA/SMK, Pelajar SLTP dan Pramuka.

Adapun petugas upacara pengibaran bendera Merah Putih di Kabupaten Sintang adalah Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala sebagai Inspektur Upacara, membacakan Teks Pancasila dan memimpin mengheningkan cipta. Ketua DPRD Sintang H. Indra Subekti membaca Teks Proklamasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus membacakan Teks UUD 1945, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Hasib Arista membacakan doa.

Kelompok Paduan Suara dari siswa-siswi MTs Negeri 1 Sintang, Drum Band Gita Pro Ecclesia Et Patria dari SMAS Panca Setya, Perwira Upacara  Kapten Inf Witono, Pembawa Acara  Karmila, Prolog   Alisya Ayunhir,  dan Pemimpin Lagu   Lenny Azwanisti Azthar.


Pemkab Sintang. 

Editor : mit. 

Khidmat dan Penuh Makna, Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI

By On Agustus 17, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar 

Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi, menyelenggarakan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Indonesia Tahun 2026 Pada Hari Senin (17 Agustus 2026) Sore.Prosesi yang penuh makna ini dilaksanakan tepat pukul 17.00 Wib di Halaman Rumah Jabatan Bupati Melawi.


Upacara berlangsung dengan Khidmat ini, Bertindak sebagai Inspektur Upacara pengibaran bendera adalah Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa  Yursa S.Pd, Komandan Upacara pada Penurunan bendera Merah Putih sore ini,  Koramil 1205-01 Nanga Pinoh, Pasukan terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kabupaten Melawi, Damkar Kabupaten Melawi, Anggota Pelajar SMA,SMK Nanga Pinoh.


Dalam suasana senja yang hangat dan tenang, proses penurunan sang Merah Putih berlangsung dengan tertib dan tanpa hambatan.Lagu kebangsaan"Indonesia Raya" yang berkumandang mengiringi penurunan bendera, semakin menambah kehitmatan dan semangat 

Dalam suasana senja yang hangat dan tenang, prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung dengan tertib dan tanpa hambatan. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang berkumandang mengiringi penurunan bendera, semakin menambah kekhidmatan dan semangat Nasionalisme seluruh peserta Upacara.


Pasukan pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka)Kabupaten Melawi kembali menunjukan performa terbaiknya.dengan gerakan yang tegas, teratur, dan penuh kedisiplinan, para anggota Paskibraka berhasil melaksanakan tugas penurunan bendera dengan sangat baik.


Momen sakral ini tidak hanya menjadi penutup dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI di Kabupaten Melawi namun juga menjadi pengingat atas semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.suasana hari dan kebanggaan begitu terasa, menciptakan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat yang menyaksikan.


Melalui penyelenggaraan Upacara Penurunan Bendera ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan masyarakat Kabupaten Melawi, seiring dengan semangat peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Abd)

Bupati Melawi Sebagai Inspektur Upacara Pengibaran Bendera Pada HUT RI Ke-81.

By On Agustus 17, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar 

Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Senin 17 Agustus 2026.di halaman Rumah Jabatan Bupati Melawi.


Bertindak sebagai Komandan Upacara Kepala Unit II Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Melawi, Inspektur Polisi dua Ipda Raden Nur Arief Wibowo, Komandan Paskibraka kepala Bintara Tinggi Penghubung Kodim 1205 Sintang, Peltu Lewis Tattong, Pembawa baki bendera merah putih Melati Agustina, Siwa SMK Negeri 1 Nanga Pinoh.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara pengibaran bendera adalah Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd. Upacara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Melawi Malin SH, Ketua DPRD Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa S.I.P., Anggota DPRD Provinsi Kalbar Ritaudin SE, Sekda Melawi Drs Paulus,  Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Sekretaris DPRD Melawi, Anggota DPRD Kab-Melawi, Pimpinan Instansi Vertikal dan para Kepala OPD di lingkungan pemerintah kabupaten Melawi, Ketua TP PKK Kab-Melawi, Ketua GOW Kab-Melawi, Ketua DWP Kab-Melawi, Pasukan terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kab-Melawi, Anggota Pelajar SMK,SMA, beserta hadir para Undangan, Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kabupaten Melawi.


Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd, Menyampaikan atas Nama Pribadi dan Pemerintah daerah Kabupaten Melawi selamat  HUT RI Ke-81 Tahun, Indonesia berdaulat adil dan makmur, sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan yang maha esa, yang meridhoi semangat para perjuangan dan pendiri bangsa, sehingga saat ini seluruh Masyarakat Indonesia dapat menikmati Kemerdekaan.


" Peringatan ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kita kepada tanah air, bangsa dan Negara ini, dan lebih memperkokoh rasa tali persaudaraan untuk membangun kebersamaan dalam persatuan dan persatuan bangsa."jelasnya.Abd.

Ketua Koperasi Bantah Tuduhan Tak Transparan, Oleh Anggota Koprasi Saat Pertemuan di PT.PAL.

By On Agustus 13, 2026


Cybernews.id - Melawi - KalbarKetua Koperasi Usaha Bersama Palma, M. Ridwan Saidy, memberikan klarifikasi terkait pernyataan salah seorang tokoh adat Desa Kerangan Purun yang juga merupakan anggota Koperasi Usaha Bersama yang mengaku sudah tidak percaya terhadap koperasi dalam pengelolaan kebun plasma. Pada saat pertemuan dengan manajemen PT Palma Adinusa Lestari (PT PAL), Kamis (13/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT PAL tersebut membahas berbagai persoalan terkait pengelolaan kebun plasma, pembagian hasil, harga Tandan Buah Segar (TBS), hingga pengawasan di lapangan.


Ridwan menegaskan, pihak koperasi tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari anggota maupun masyarakat. Namun, ia menilai pernyataan tersebut perlu diluruskan agar persoalan yang sebenarnya tidak menjadi bias di tengah anggota petani plasma.


Menurut Ridwan, sebelumnya seorang tokoh adat tersebut beberapa kali mengajukan diri untuk mengisi sejumlah posisi di lingkungan koperasi. Namun, beberapa permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena adanya pertimbangan dan kebutuhan organisasi.


"Perlu kami luruskan. Yang bersangkutan sebelumnya beberapa kali mengajukan dirinya untuk posisi tertentu di koperasi. Ketika permintaan tersebut tidak dipenuhi, jangan kemudian koperasi yang menjadi sasaran dan dikatakan tidak transparan atau tidak bisa dipercaya," kata M. Ridwan Saidy. Jumat (14/08/2026).



Ridwan menjelaskan, salah satu permintaan yang pernah disampaikan adalah meminta honor sebagai pengurus koperasi. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena koperasi telah memberikan honor kepada Dewan Adat Kecamatan.


"Beliau pernah meminta honor sebagai pengurus. Itu tidak kami tanggapi karena koperasi sudah memberikan honor untuk Dewan Adat Kecamatan. Jadi ada pertimbangan organisasi yang harus kami jalankan," jelasnya.


Selain itu, kata Ridwan, yang bersangkutan juga pernah meminta posisi sebagai Humas koperasi. Namun, permintaan tersebut tidak dapat diberikan karena tugas Humas menurutnya tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian persoalan di lapangan, tetapi juga membutuhkan kemampuan administrasi dan pengelolaan laporan.


"Beliau juga pernah meminta menjadi Humas. Kami tidak menanggapi permintaan itu karena posisi Humas bukan hanya menyelesaikan masalah di lapangan. Ada pekerjaan administrasi dan pembuatan laporan yang membutuhkan kemampuan komputer," ujarnya.


Ridwan juga mengungkapkan bahwa tokoh adat tersebut pernah mengajukan diri untuk mengisi posisi SSL sebagai pengganti Pak Arkan. Namun, permintaan tersebut kembali tidak dapat dipenuhi oleh koperasi.


"Beliau juga pernah meminta menjadi SSL untuk menggantikan Pak Arkan. Itu juga tidak kami tanggapi. Kami mempunyai pertimbangan sendiri dalam menentukan siapa yang ditempatkan pada posisi tertentu," ungkap Ridwan.


Ia menilai, adanya keinginan untuk mendapatkan posisi tertentu di lingkungan koperasi tidak seharusnya kemudian menjadi dasar untuk menilai seluruh kinerja koperasi.


"Kalau ingin bekerja, tentu kami lihat kebutuhan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Jangan sampai karena keinginan untuk mendapatkan posisi tertentu tidak terpenuhi, kemudian ujung-ujungnya koperasi yang menjadi sasaran," tegasnya.


Pembayaran Plasma Tetap Dilakukan Setiap Triwulan


Terkait persoalan pembagian hasil plasma, Ridwan juga membantah jika koperasi disebut tidak melakukan pembayaran kepada petani plasma.


Ia menegaskan, pembayaran hasil plasma tetap dilakukan setiap triwulan sesuai dengan mekanisme yang berjalan selama ini.


"Koperasi dan perusahaan setiap triwulan tetap melakukan pembayaran hasil plasma. Jadi bukan tidak dibayar. Memang pada triwulan kedua tahun 2026 ini hasilnya sedikit menurun," katanya.


Ridwan menyebut penurunan hasil pada triwulan kedua 2026 merupakan kondisi yang perlu dilihat berdasarkan perhitungan produksi dan kondisi kebun pada periode tersebut. Menurutnya, pada triwulan-triwulan sebelumnya pembagian hasil masih relatif baik dan berjalan aman.


"Memang kebetulan pada triwulan kedua tahun 2026 ini hasilnya sedikit menurun. Tetapi kalau melihat triwulan-triwulan sebelumnya, hasilnya lumayan dan relatif aman. Jadi jangan hanya melihat satu periode kemudian seolah-olah seluruh pengelolaan koperasi bermasalah," jelasnya.


Menurut Ridwan, koperasi tidak menutup diri terhadap evaluasi terkait pengelolaan kebun plasma. Masukan mengenai panen, pemupukan, perawatan kebun, pengangkutan TBS, harga jual maupun pembagian hasil akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan pihak perusahaan.


"Kami tidak anti kritik. Kalau ada kekurangan dalam pengelolaan kebun, silakan disampaikan dan kita evaluasi bersama. Kami juga ingin hasil plasma meningkat karena itu menyangkut kesejahteraan seluruh anggota," ujarnya.


Ia berharap perbedaan pendapat yang muncul tidak berkembang menjadi persoalan yang memecah hubungan antara koperasi, perusahaan dan anggota petani plasma.


"Kita semua punya kepentingan yang sama, yaitu bagaimana kebun plasma ini dikelola dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal kepada petani. Karena itu, mari kita lihat persoalan berdasarkan data dan fakta, bukan karena kepentingan pribadi atau keinginan terhadap suatu posisi yang tidak terpenuhi," pungkas Ridwan Saidy.Bgs/Abd.

Pembagian Plasma Diduga Tidak Sesuai, Anggota Koperasi Geruduk Kantor PT.PAL.

By On Agustus 13, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Pengurus dan Anggota Koprasi Usaha bersama, beserta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat menggelar pertemuan dengan manajemen PT Palma Adinusa Lestari (PT PAL), Kamis (13/8/2026), di Kantor PT Palma Adinusa Lestari.


Pertemuan tersebut membahas peningkatan pendapatan petani plasma atau Sisa Hasil Kebun (SHK), sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian anggota koperasi.


Dalam pertemuan tersebut, Koperasi Usaha Bersama Palma menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan SHK periode April hingga Juni 2026, nilai yang diterima tercatat sebesar Rp126.521.216. Jika dihitung berdasarkan luasan kebun plasma, nilai tersebut hanya sekitar Rp49.428 per hektare per bulan. Kondisi tersebut dinilai masih sangat rendah sehingga koperasi anggota koprasi 

mengusulkan adanya peningkatan pendapatan petani plasma."jelasnya.


Ketua Koperasi Usaha Bersama Palma Kecamatan Sayan,M. Ridwan Saidy, mengatakan rendahnya SHK menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan anggota. Selain persoalan pembagian hasil, anggota juga mengeluhkan kondisi pengelolaan kebun yang dinilai masih perlu diperbaiki.


"Anggota melaporkan adanya penurunan pembagian hasil plasma. Selain itu, pelaksanaan panen dan pemupukan juga dinilai masih kurang, termasuk pengawasan dari mandor perusahaan di lapangan," ujar M. Ridwan Saidy.


Kepala Desa Berobai Permai Muspida dan juga selaku anggota Petani Plasma Koperasi Usaha bersama meminta kejelasan dari pihak koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari (PAL) Untuk terbuka, terkait Instruktur kepengurusan Kelompok tani koprasi Usaha bersama, karna selama ini tidak ada keterbukaan terkait kepengurusan Koprasi, serta terkait ketentuan dan keterbukaan pembagian." Pintanya.


" Dan Muspida minta kepada pihak koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari (PT.PAL) harus terbuka dan minta Nota pembayaran berapa harga perkilo, dan berapa Ton yang telah di angkut dan di jual, harus terbuka kepada anggota pintanya biar tidak ada fitnah dan dusta di antara kita." Pintanya Muspida. 


Toni warga Desa Berobai Permai dan juga selaku Pemilik Plasma yang di kelola oleh Koprasi Usaha Bersama menegaskan kepada pihak Koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari apa bila tidak ada keputusan apa yang telah kita sepakati hari ini sampai tanggal 16/9/2026 kami semua selaku pemilik lahan Plasma akan kami Panin masal dan tutup jalan produksi di lapangan."jelasnya.


Salah seorang peserta rapat saudara.Iwan warga Sayan, yang dalam pertemuan tersebut menyuarakan aspirasi anggota, juga meminta agar setiap transaksi penjualan TBS dapat diketahui secara terbuka oleh anggota koperasi.


"Nota pembayaran harus jelas, berapa harga per kilogram, berapa ton yang diangkut dan berapa hasil penjualannya. Semuanya harus terbuka kepada anggota. Dengan begitu tidak ada fitnah dan tidak ada dusta di antara kita," tegasnya.


Sementara itu, anggota Kelompok Tani Usaha Mandiri, Antek, menyampaikan sikap tegas anggota apabila tidak ada kejelasan mengenai tuntutan yang telah disampaikan kepada pihak perusahaan dan koperasi.


"Kalau tidak ada keputusan yang jelas dari pihak perusahaan dan koperasi, anggota kelompok tani akan mengambil sikap, termasuk melakukan panen raya atau panen sendiri," tegas Antek.


Dalam kesempatan yang sama, Sukri meminta agar persoalan pencurian buah di areal kebun plasma dapat diselesaikan melalui mekanisme yang disepakati bersama antara perusahaan, kepolisian, pemerintah desa dan tokoh adat.


"Kalau ada pencuri buah atau tindakan yang merugikan pihak terkait, jangan langsung ditangkap. Kita buat aturan bersama antara perusahaan, kepolisian, kepala desa dan ketua adat. Kalau pelaku masih bisa dibina melalui aturan adat, berikan efek jera terlebih dahulu. Kalau mengulangi perbuatannya, baru diserahkan kepada penegak hukum," ujar Sukri.


Ia menilai kesepakatan bersama diperlukan agar penanganan persoalan keamanan kebun dapat dilakukan secara terarah dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.


Ketua Adat Desa Kerangan Purun pak jangli, yang juga merupakan anggota Koperasi Usaha Bersama Palma turut menyampaikan keresahan anggota terkait pengelolaan kebun plasma. Ia mengatakan sebagian anggota mulai mempertanyakan kejelasan pengelolaan dan pembagian hasil kebun.


"Anggota saat ini sudah mulai tidak percaya jika kebun mereka terus dikelola tanpa ada kejelasan mengenai pembagian hasil dan jaminan terhadap anggota koperasi," ungkapnya.


Dalam pertemuan itu juga disinggung mengenai luasan kebun plasma sekitar 556 hektare. Peserta meminta agar mekanisme perhitungan produksi, harga TBS, biaya operasional, potongan serta pembagian hasil dijelaskan secara transparan kepada seluruh anggota. Ketentuan pemotongan sebesar 30 persen sebagaimana yang disebut dalam perjanjian atau MoU juga menjadi bagian yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada anggota.


Pihak manajemen PT Palma Adinusa Lestari yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya JM PT PAL Radinal, Manajer Kemitraan Plasma RO PT PAL serta Dedik dari unsur GA SSL.


Pertemuan tersebut kemudian menyepakati adanya pembahasan lanjutan antara Koperasi Usaha Bersama Palma dengan manajemen PT PAL. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026 untuk menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan anggota dan pengurus koperasi.


Koperasi berharap pertemuan berikutnya dapat menghasilkan keputusan konkret terkait peningkatan SHK menjadi Rp500.000 per hektare per bulan, perbaikan pengelolaan kebun, peningkatan pengawasan lapangan, perbaikan harga jual TBS serta keterbukaan data produksi dan penjualan.


"Kami berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada pembahasan saja. Harus ada tindak lanjut dan keputusan yang jelas sehingga anggota mengetahui bagaimana langkah perusahaan dan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani plasma," pintanya.Abd.

Sambut HUT RI Ke-81 Pemda Bersama Ormas Gelar Kerja Bakti Bersama.

By On Agustus 12, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI) Pemda Melawi bersama Ormas menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan di kawasan Kota Juang Nanga Pinoh, titik kumpul di Tugu juang km 2, Rabu 12/8/2026.


Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)Ke 81 Republik Indonesia,kerja bakti di Pimpin lansung Oleh Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd, berserta OPD berserta perangkatnya,TNI-Polri, TP-PKK, Ormas POPAD, Pemudah Pancasila, LPM, menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan di kawasan  jalan Juang, Sdf dan di lingkungan  pasar Nanga Pinoh. Kegiatan yang di mulai dari jam 8 Wib. 

Kegiatan bakti difokuskan pada pembersihan jalan lingkungan, saluran air, dan pengecatan tiang bendera dan pengecatan Patung Tugu Juang, serta pengangkutan sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan, dan pembagian Bendera dan Masker. Semangat gotong royong tampak dari antusiasme petugas dan Ormas yang bahu membahu bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.


Ketua POPAD, Saleh Tapa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia.


" Menyambut HUT RI ke-81, kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong ditengah masyarakat. melalui kerja bakti ini, kami berharap lingkungan di Kota Juang ini menjadi lebih bersih,sehat dan nyaman, sekaligus mempererat hubungan antar warga. 


Melalui kegiatan ini, saya berharap budaya gotong royong dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.selain menciptakan lingkungan yang bersih, kerjabakti juga menjadi momentum memperkuat rasa menyambut hari Kemerdekaan republik Indonesia."Ucapnya.Abd.

Bupati Sintang Lepas Keberangkatan 460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Menuju Papua

By On Agustus 11, 2026


Cybernews.id - Sintang - Kalbar. 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala melepeas keberangkatan 460 orang prajurit Batalyon 642 Kapuas menuju Papua di Markas Batalyon 642 Kapuas pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Bupati Sintang saat melepas keberangkatan pasukan Batalyon 642 Kapuas tersebut didampingi langsung oleh Komandan Batalyon 642 Kapuas Letkol Inf Jefry M. Tampubolon, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno dan anggota Forkopimda Kabupaten Sintang yang lainnya. 

Pada acara pelepasan tersebut, tampak ratusan keluarga dari prajurit yang akan berangkat turut hadir di Lapangan Batalyon 642 Kapuas.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala dengan menggunakan Handy talky miliki Komandan Batalyon 642 Kapuas menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh pasukan Batalyon 642 Kapuas selalu di lindungi Tuhan Yang Maha Esa sehingga sukses dalam menjalankan tugasnya.

“saya berdoa dan berharap juga, yang berangkat dan pulang kembali ke Sintang, jumlahnya sama. Semuanya kembali dalam keadaan sehat” doa Bupati Sintang melalui Handy talky dan didengar oleh seluruh prajurit Batalyon 642 Kapuas

 Tujuan utama keberangkatan batalyon TNI menuju Papua adalah untuk melaksanakan Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan  dan Pengamanan Wilayah di perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini.

Adapun tugas pokok batalyon TNI di daerah operasi adalah Penjagaan Perbatasan, Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia  dan mengaman patok-patok batas negara. Dalam hal Stabilitas Keamanan: Membantu Polri dan aparat setempat dalam menjaga stabilitas keamanan dari ancaman kelompok separatis. 

Ada juga tugas Pembinaan Teritorial dengan Hadir di tengah masyarakat pedalaman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup, memberikan pelayanan kesehatan, serta mengajar.Cegah Kriminalitas: Mencegah kegiatan ilegal, seperti penyelundupan barang dan pelintas batas ilegal di wilayah terpencil.


Editor : mit.